Muslimat Kabupaten Malang Tangkal Covid-19 di Pedesaan

Foto Diambil Saat Ketua Muslimat Memberikan Arahan Kepada Masyarakat (Foto: Dok/Nukita

NUKITA.ID, MALANG – Pengurus Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama, Kabupaten Malang, Jawa Timur, turut membantu pemerintah menangkal coronavirus disease 19 (covid-19) dengan membagikan masker, hand sanitizer, sabun dan bahan pokok ke masyarakat.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian, tolong menolong dan bergotong royong saling membantu mengingat Kabupaten Malang masuk zona merah wabah virus mematikan tersebut.

"Alhamdulillah, sudah terealisasi pembagian masker, hand sanitizer dan sabun untuk warga di desa-desa sekaligus sosialisasi dan edukasi," tegas Ketua Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Malang Hj. Khofidah, Kamis (2/4).

Khofidah yang juga anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Jawa Timur menjelaskan pengurus Muslimat NU terpanggil untuk turut membantu masyarakat lantaran masker dan hand sanitizer langka di pasar. Kalau pun ada, harganya sangat mahal.

Selain membagikan barang-barang tersebut, pengurus Muslimat juga santunan bahan pangan untuk warga kurang mampu atau berpenghasilan rendah.

Bagi Muslimat, sekarang waktunya saling bergotong royong dan membantu warga di pedesaan untuk bersama-sama melawan wabah covid-19.

Pengurus Muslimat juga mengedukasi masyarakat tentang bahaya covid-19 dan pencegahannya sampai merambah dusun. Pada kesempatan itu Khofidah menekankan pentingnya mematuhi imbauan pemerintah agar masyarakat berada di rumah.

Seluruh warga Kabupaten Malang diimbau untuk melindungi diri, melindungi keluarga dan melindungi warga lainnya. Upaya penting lainnya agar menerapkan pola hidup sehat dan bersih.

Masyarakat diminta agar senantiasa menjaga daya tahan tubuh dengan makan makanan sehat, bergizi dan seimbang. Selain itu membiasakan cuci tangan pakai air mengalir dengan sabun dan antiseptik, berolah raga, serta gunakan masker bila di luar rumah.

"Semoga wabah covid-19 ini segera berakhir dan masyarakat bisa beraktivitas secara normal kembali," tuturnya.

Comments